Uji Kompetensi, Wujudkan SDM Siap Kerja

0
30

SMKN 9 Garut bekerjasama dengan Kementerian PUPR menggelar uji kompetensi dan sertifikasi Sumber Daya Manusia vokasional SMK bidang jasa konstruksi, di kampus SMKN 9 Garut, Senin (22/4/2019).

Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 22 hingga 23 April 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 141 siswa terdiri dari 93 siswa jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan 48 siswa Teknik Gambar Bangunan yang merupakan kerjasama antar Kemdikbud dan Kementerian PUPR.

Peserta langsung di uji oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Konstruksi melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan kerjasama kementerian pendidikan dan kebudayaan bersama Kementerian PUPR dalam hal ini dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Konstruksi melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta,” tutur Sumaryana, kepala SMKN 9 Garut.

Dikatakan Sumaryana, kelas 12 semua jurusan di sekolah tersebut sudah melewati tahapan uji kompetensi sebagaimana diatur oleh Kemdikbud, namun kegiatan uji kompetensi kali ini menjadi sangat istimewa. Lantaran bisa memiliki sertifikat yang diakui secara multinasional.

Hal ini karena diselenggarakan dan diuji oleh asessor langsung dari Kementerian PUPR. “Sesuai peraturan, semua siswa jurusan di sekolah kami sudah melalui tahapan uji kompetensi sebagai prasyarat kelulusan pendidikan vokasional, namun kali ini ujikomnya langsung dilaksanakan oleh kementerian PUPR tentu sertifikat nya juga skalanya berdeda, jadi nanti siswa kalau lulus sertifikatnya jadi dua, satu dari sekolah dan satu lagi dari kementerian PUPR” jelasnya

Sementara itu, Lukito Yudi petugas dari Kementerian PUPR menjelaskan uji kompetensi ini merupakan wujud dari program nawacita  pemerintah melalui kerjasama Kemendikbud dan Kementerian PUPR dalam rangka menyiapkan SDM untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Program ini merupakan implementasi dari program nawacita pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui pelatihan dan uji kompetensi khusus nya pekerja dibidang konstruksi,” ucapnya.

“Selain itu kami dari kementerian PUPR juga menjalankan undang-undang tentang jasa konstruksi No 2 Tahun 2017 gimana salah satu pasal di pasal 90 ayat 1 berbunyi tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib bersertifikat, penyedia dan pengguna jasa konstruksi di bidang konstruksi wajib mempekerjakan pekerja konstruksi yang memiliki sertifikat konstruksi itu,” tukas Lukito.

source

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here